Tampilkan postingan dengan label Diary Omnibus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Diary Omnibus. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Desember 2012

Asmirandah sutradarai segmen film omnibus "Teman Bayangan"

Asmirandah sutradarai segmen film omnibus "Teman Bayangan" Jakarta, 15 Desember 2012

 -- Aktris Asmirandah kembali mendapat kepercayaan menjadi sutradara dalam film pendek produksi LA Lights Indiemovie dan SET Film Workshop. Dalam film omnibus yang terdiri dari lima segmen ini Asmirandah menyutradarai salah satu segmen cerita yang berjudul "Teman Bayangan".

Di film ini pula, ia menjadi pemeran utama. Ia akan beradu peran dengan Jonas Revano, dan Mischa Chandrawinata. "Seneng banget karena aku dipercaya kembali untuk menyutradarai salah satu film pendek dari Project LA Lights Indiemovie. Dan karena sekarang filmnya akan menjadi satu kesatuan sehingga semangat untuk membuat yg terbaik sangat menggebu," kata Asmirandah.

 Pada produksi film pendek ini, Asmirandah didukung oleh finalis LA Lights Indiemovie dari Kota Malang sebagai kru. Mereka adalah Mahesa Desaga, Depto Leby Armadya, Wilhy Basairun Rahmat, Viola Aldila, Cindy Natasha, Anita Zakia, dan Fiole Adithya. Asmirandah juga didampingi oleh seorang Director of Photography (DOP), Yadi Sugandi yang tak asing lagi di dunia perfilman. Yadi sebelumnya menjadi DOP di sejumlah film diantaranya Petualangan Sherina, The Photograph, Kuldesak, Laskar Pelangi, 3 Hari Untuk Selamanya, Jakarta Undercover, Eliana Eliana. "Bekerja sama dengan para finalis menurutku seru ya. Mereka kreatif dan sangat membantu. Walaupun belum lama kenal, tapi mereka terasa seperti bagian dari tim yang sudah lama bersama kami," ujar gadis kelahiran Jakarta 5 Oktober 1989 ini.

"Teman Bayangan" adalah kisah seorang mahasiswi bernama Dewi yang sering mengalami kejadian aneh dalam kesehariannya sejak Fly (Jonas Revano), seorang pria aneh yang selalu mengikutinya kemana-mana. Sosok Fly hanya bisa dilihat oleh Dewi dan ia selalu ada untuk membantu Dewi melakukan hal-hal sulit. Di saat itu, hadir pula Titan (Mischa Chandrawinata), teman baru Dewi yang sangat simpatik dan membuat gadis ini jatuh cinta. Sayangnya Titan telah memiliki kekasih bernama Laras. Dewi yang merasa cemburu meminta Fly untuk melukai Laras. Berhasilkan Fly? Yang jelas kejadian tersebut akhirnya membuka mata dan pikiran Dewi terhadap keberadaan "teman bayangan" yang selama ini selalu bersamanya.

"Yang jelas di film ini ada banyak sekali tantangannya. Selain di segmen fim yang aku sutradarai, ada beberapa benang merah yg menyatukan cerita keseluruhan. Ditambah dengan beberapa adegan yg tidak biasa. Nah, apa itu? Masih rahasia," ujar Asmirandah seraya tersenyum.

Film Omnibus "Teman Bayangan" adalah film pendek kedua yang disutradarai Asmirandah di bawah bendera LA Lights Indiemovie. Sebelumnya di LA Lights Indiemovie 2011, Asmirandah menyutradarai film pendek berjudul "aku Ingin Kamu" yang mendapatkan penghargaan sebagai "Favourite Movie" untuk program Bikin Film Bareng Artis. Selain Asmirandah, terdapat empat sutradara lain dalam proyek film omnibus yang rencananya akan tayang di bioskop Tanah Air pada 2013 ini. Aktor Donny Alamsyah dan Reza Rahadian didaulat untuk menjadi sutradara. Donny bersama finalis LA Lights Indiemovie dari Yogyakarta menggarap segmen cerita "Tanda Bahaya", sedangkan Reza bersama finalis LA Lights Indiemovie dari Bandung menggarap segmen cerita "Gadis Indigo". Sutradara Monty Tiwa bersama finalis LA Ligts Indiemovie dari Jakarta menggarap certia "Lost and Found". Sementara sutradara muda alumni LA Lights Indiemovie 2009, Adhyatmika menggarap segmen cerita "Flora" bersama lima alumni finalis Indiemovie dari tahun-tahun sebelumnya yang terpilih menjadi kru pendukung.

Produser SET Film workshop, Rina Damayanti mengungkapkan tema besar yang diangkat dalam omnibus ini adalah fenomena indigo. Dari lima film pendek terpisah itu, akan ada benang merah yang menyambungkan film tersebut menjadi sebuah tontonan menarik sekaligus mencerahkan. "Omnibus ini akan terdiri dari lima cerita, yang setiap cerita diharapkan dapat menunjukkan keberagaman anak indigo atau indigo dewasa. Film ini diharapkan juga dapat menunjukkah bahwa fenomena indigo tidak melulu berkaitan dengan unsur klenik," ujar Rina.

Informasi lebih lanjut dapat dilihat di www.la-lights.com,
facebook: LA Lights Indiemovie,
www.enjoyindiemovie.blogspot.com.
Atau hubungi publicist LA Lights Indie Movie:
Lia Amran ( 0812 8641422 )
Anung Sari ( 0819 05264329)

Senin, 03 Desember 2012

LA LIGHTS INDIEMOVIE GOES TO CINEMA

LA Lights Indiemovie memulai produksi omnibus film layar lebar

Jakarta, 4 Desember 2012 --

Pengujung 2012 akan menjadi sejarah baru dalam pelaksanaan LA Lights Indiemovie yang digelar sejak 2007 ini.

 LA Lights Indiemovie mempersembahkan program spesial “Indie Movie Goes to Cinema”. Sebuah program dimana dua program reguler utama dari tahun sebelumnya (Film Gue Cara Gue dan Bikin Film Bareng Artis) dilebur menjadi satu program.

 Sebagai wujud dari program baru tersebut, LA Lights Indie Movie memproduksi omnibus film pendek yang dibesut satu sutradara film profesional, tiga aktor dan aktris yang didaulat menjadi sutradara, alumni terbaik LA Lights Indiemovie 2009 dan didukung pemain film serta kru film profesional. Mereka akan bahu-membahu bersama finalis LA Lights Indiemovie Workshop 2012 membuat film yang akan dirilis di bioskop nasional pada 2013.

Dimulai pada 25 November hingga Desember 2012, dengan mengambil lokasi di Jakarta dan sekitarnya, LA Lights Indomovie Goes to Cinema mulai produksi melibatkan sutradara Monty Tiwa, tiga aktor/aktris yakni Asmirandah, Reza Rahardian, dan Donny Alamsyah, serta seorang finalis indimovie yakni Adhiyatmika.

 Produser SET FILM Workshop, Anastasia Rina Damayanti mengungkapkan tema besar yang diangkat dalam omnibus ini adalah fenomena indigo. Dari lima film pendek terpisah itu, akan ada benang merah yang menyambungkan film tersebut menjadi sebuah tontonan menarik sekaligus mencerahkan. "Omnibus ini akan terdiri dari lima cerita, yang setiap cerita diharapkan dapat menunjukkan keberagaman anak indigo atau indigo dewasa. Film ini diharapkan juga dapat menunjukkah bahwa fenomena indigo tidak melulu berkaitan dengan unsur klenik," ujar Rina. Kelima film pendek tersebut adalah "Tanda Bahaya" (Donny Alamsyah), "Gadis Indigo" (Reza Rahadian), "Flora" (Adhyatmika), "Lost and Found" (Monty Tiwa), dan "Teman Bayangan" (Asmirandah). Sutradara Monty Tiwa sebelumnya telah memulai proses produksi pada 25 Nopember lalu bersama lima finalis LA Lights Indiemovie 2012 dari Jakarta, disusul dengan produksi Reza Rahadian.


 Reza menggarap segmen cerita berjudul "Gadis Indigo". Film ini bercerita tentang Maya (Revalina S Temat) yang memiliki hobi melukis. Lewat melukis seseorang, Maya mampu membaca karakter dan sifat orang tersebut. Suatu saat ia bertemu Ganda (Dimas Argobie), seorang model di kelas lukisnya. Pada awalnya Maya dapat menggambar sosok Ganda, namun ketika hubungan mereka semakin dekat, tiba-tiba ia tidak dapat melukis Ganda sama sekali.

Dalam produksi film ini Reza didukung para finalis LA Lights Indimovie dari Bandung dan didampingi para kru profesional. Proses produksi film ini memakan waktu tiga hari mulai 1-3 Desember di Museum Layang Layang, Pondok Labu, Jakarta Selatan. Bagi Reza, bekerja sama dengan para finalis La Lights Indie Movie bukan hal baru. Pada 2011, ia juga pernah menjadi sutradara film pendek berjudul "SEBELAH" dan mendapatkan penghargaan "Best Movie" untuk program Bikin Film Bareng Artis dalam LA Lights Indiemovie 2011.


Tentang Reza Rahadian 

 Reza Rahadian memulai awal karier di dunia hiburan dengan menjadi seorang model. Sebelumnya, Reza berhasil meraih juara Favorite Top Guest majalah Aneka Yess! tahun 2004. Karier dari Reza semakin menanjak dengan bermain dalam film layar lebar Film Horor. Lewat film ‘Perempuan Berkalung Sorban’, ia meraih Piala Citra 2009 untuk kategori Pemeran Pendukung Pria Terbaik. Pada tahun 2010, ia juga meraih Piala Citra untuk kategori pemeran Utama Pria Terbaik lewat film ‘3 Hati 2 Dunia 1 Cinta’.

Tahun 2011 kemarin Reza di dapuk sebagai Sutradara untuk salah satu film pendek indiemovie 2011 berjudul ‘SEBELAH’. Film pendek SEBELAH ini pun akhirnya mendapatkan BEST MOVIE di LA Lights Indiemovie 2011. Tahun 2012, selain bermain untuk beberapa film layar lebar (Dilema, Brokenhearts, Perahu Kertas, Testpack) Reza Rahadian juga kembali dipercaya LA Lights Indiemovie dan SET Film untuk menyutradarai film Omnibus Layar Lebar Indiemovie 2012.


Jumat, 12 Oktober 2012

Director's Note - Donny Alamsyah "BRAINSTORMING "

10 Oktober 2012!

Gilirin Sutradara Omnibus kita, Donny Alamsyah yang meeeting creative di Kantor SET Film Jakarta.
Meeting berlangsung cukup seru karena masing-masing 'kepala' memiliki ide creative dari sudut yang berbeda. Tapi bukan brainstorming namanya, kalau akhirnya semua ide menarik itu menjadi satu ide besar yang disepakati semua pihak! dan semoga bisa bikin film ini jadi lebih menarik lagi.



peserta meeting creative: Donny Alamsyah,Ifa Isfansyah, Arturo G.P,
Asaf Antariksa, Anastasia Rina, Yaya Said & Rudi


'curhat' donny hari itu..... semangat kaka!

SEMANGAAATTT!!! PASSION NEVER DIES!

Directors Note- There's something about Mika ..:-D


28 September 2012

Mika on-time datang untuk meeting creative dengan team creative produksi SET Film Workshop
Kebetulan waktu itu berbarengan dengan meeting creative untuk Donny Alamsyah.

Awalnya meeting berjalan 'sempurna'... sampai akhirnya.. ketika Donny berdiri dari kursi untuk bergeser, berbarengan dengan kursi yang di duduki Mika pun patah!
LOL ...

disela agenda meeting yang rumit..ternyata kami masih bisa tertawa! thanx Mika! hahaha..

yak.. satu kursi kantor beneran patah.. karena si 'Panda' Mika...LOL

8 Oktober 2012
Meeting Creative selanjutnya.
Berjalan lancar tanpa ada insiden kursi patah. soalnyaa..... Mika sudah pakai kursi 'khusus' untuk dia..
katanya "untung kemarin bukan jatuh di depan Asmirandah!" hahaha.....

Kali ini Mika diskusi creative dengan salah satu 'Tetua' di bidang skenario sekaligus salah satu penulis cerita kita, Pak Jujur Prananto.


The Director - Adhyatmika

Diantara para 'Alumni' Finalis LA Lights Indiemovie yang melamar jadi Sutradara Omnibus kita di 2012 ini, akhirnya kesempatan itu jatuh ke tangan Adhyatmika!

Ini dia si 'Panda' Mika :-D

Men-direct bukan hal baru bagi Adhyatmika (Mika). Sejak 2006 dan menjadi finalis indiemovie  2009 Jakarta, Mika sudah membuat beberapa karya dan terlibat produksi Film pendek dan dokumenter.
Bahkan film pendek nya,"Democrasy is Yet To Learn / Masih Belajar' memenangkan penghargaan internasional dan Mika mendapatkan kesempatan berkunjung ke PBB bertemu dengan Hillary Clinton.

Tapi untuk sebuah project film panjang, Omnibus Layar lebar Indiemovie 2012 ini merupakan karya pertamanya.

Perjalanan produksi masih panjang. 
Mika bersemangat untuk kembali belajar bersama para 'senior' nya.

Welcome back to our team, Mika!


tulisan di 'dalam kurungnya' terlalu jujur :-D


ada 'kode-kode' terselubung LOL..







Kamis, 11 Oktober 2012

The Director - Donny Alamsyah

Yuk kenal lebih dekat sama salah satu sutradara Omnibus kita!


DONNY ALAMSYAH

Donny Alamsyah, sang Aktor yang biasa bermain di film Action ini memiliki andil di perjalanan LA Lights Indiemovie.

Dimulai tahun 2008 diawal karir nya sebagai Aktor, berbarengan juga dengan program ‘Bikin Film Bareng Artis’ pertama kali diadakan LA Lights Indiemovie 2008.

 Waktu itu Olga Lydia, Indra Birowo,Ringgo Agus Rahman dan Wulan Guritno terpilih sebagai Artis Sutradara angkatan pertama. Donny Alamsyah dipilih oleh Indra Birowo dan Olga Lydia untuk terlibat sebagai actor di film mereka , sebagai Malaikat kematian di ‘Cahaya Gelap’ karya Indra Birowo dan Cowok alterego di “Real Love” karya Olga Lydia.

 Tahun 2010, Donny Alamsyah kembali terlibat sebagai salah satu pemain di film indiemovie garapan Ariyo Wahab ‘Nathalie’s Instinct’ dan kali ini dipasangkan dengan Luna Maya.

Sampai akhirnya di 2012 ini,Donny mendapat kesempatan untuk men-direct sendiri film pendeknya. Nggak tanggung-tanggung, LA Lights Indiemovie mempercayakan Donny Alamsyah menjadi icon workshop tahun ini dengan tema ‘PASSION NEVER DIES’. Bahkan pada saat workshop indiemovie di awal tahun kemarin, Donny juga menjadi salah satu pembicara untuk kota Malang dan Bandung.

Kami, sama seperti temans semua yang nggak sabaran untuk melihat karya pertama Donny Alamsyah sebagai Sutradara. Yang pasti, Donny memiliki Passion yang sama untuk bikin karya bagus dan terbaik! Semoga berhasil menempuh tantangan kali ini..

Yes! Let the PASSION NEVER DIES!

  Betewe.. diantara Filmmografi Donny Alamsyah ini, yang mana film favorite mu? :-D

  •  "Gie" (2005) 
  • "9 Naga" (2006)
  • "Sang Dewi" (2007)
  • "Fiksi" (2008)
  • "Takut: Faces of Fear" (2008) - Segmen Show Unit
  • "Drupadi" (2008)
  • "Merah Putih" (2009)
  • "Merantau" (2009)
  • "Minggu Pagi di Victoria Park" (2010)
  • "Darah Garuda" (2010)
  • "Hati Merdeka" (2011) 
  • "Negeri 5 Menara" (2012)
  • "The Raid" (2012)
  • "Cinta di Saku Celana" (2012)

Welcomming The DIRECTORS


Asmirandah
Reza Rahadian
Donny Alamsyah
Monty Tiwa
Adhyatmika

3 Aktor/aktris, 1 sutradara professional dan 1 alumni finalis indiemovie siap berkolaborasi di Omnibus Layar lebar indiemovie tahun ini.

Di tahun 2011 kemarin, Asmirandah dan Reza Rahadian sudah pernah didapuk sebagai Artis sutradara di tahun 2011 kemarin. Bahkan Asmirandah mendapatkan Favorite Movie utk program Bikin Film Bareng Artis dengan filmnya ‘Aku Ingin Kamu’ dan Reza Rahadian mendapatkan Best Movie untuk program Bikin Film Bareng Artis dengan filmnya ‘SEBELAH’. Monty Tiwa adalah salah satu sutradara andalan Indonesia , selain itu Monty Tiwa juga sudah sering terlibat sebagai salah satu pembicara workshop indiemovie sejak tahun 2007. Adhyatmika sendiri adalah Alumni Indiemovie angkatan 2009 dari Jakarta yang terpilih atas seleksi dari dari LA Lights dan SET Film Workshop.

Diantara 5 sutradara omnibus layar lebar indiemovie 2012 ini, Donny Alamsyah bisa dibilang sebagai pendatang baru di dunia penyutradaraan.

Salut untuk Donny Alamsyah yang berani dan bersemangat mengambil tantangan dari kami kali ini. Langkah awal sebagai sutradara dimulai dari sini!
LET’S ROCK!

Diary Omnibus

Hola temans!
Proses menuju Produksi Omnibus layar lebar Indiemovie 2012 masih terus berjalan sampai sekarang. Bukan perjalanan yang mudah bagi seluruhan team pelaksana dan produksi untuk terus memegang semangat yang sama, selain itu kami mulai nggak sabaran untuk segera  memproduksi film ini dan bekerjasama dengan para Sutradara dan Finalis workshop dari 4 kota (Jakarta, Bandung, Jogjakarta, Malang) :-D

Segala perjuangan dibalik layar menjadi cerita tersendiri dan menarik menuju Omnibus Layar Lebar Indiemovie ini.

Beruntung kami didukung oleh anggota team yang handal dan memiliki spirit yang sama.

yak! Api semangat masih menyala
PASSION will NEVER DIES!